Rabu, 11 Juni 2014

Kampuang (desa) tempat lahir Buya Sasak

Pasaman Barat merupakan daerah dalam Propinsi Sumatera Barat yang terletak berbatasan dengan Propinsi Sumatera Utara. Sekarang ini merupakan satu Kabupaten yang terbentuk dari hasil pemekaran Kabupaten Pasaman berdasarkan UU No.38 tahun 2003.

Pasaman / Pasaman Barat adalah wilayah kerajaan Minangkabau yang tempo dulunya di kenal dengan gudang 'Ulama. Julukan ini karena terdapat banyak 'Ulama yang dengan tekun membina kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Lembaga pendidikan tersebut baik dalam bentuk Halaqah (di surau) maupun dalam bentuk Madrasah banyak terdapat di semua daerah saat itu. Oleh karenanya tidak heran lagi lembaga-lembaga pendidikan tersebut sangat ramai dikunjungi oleh orang-orang yang menuntut ilmu agama, bukan saja dari daerah Sumatera Barat, tetapi banyak pula yang datang dari luar Sumatera Barat.

Kapa sebuah Nagari berhawa sedang yang terletak di antara Gunung Pasaman dan pesisir pantai Sasak. Bermukimlah seorang 'Ulama yang bernama Syech H. Muhammad Yunus. 'Ulama yang dimasyhurkan dengan panggilan Buya atau Tuanku Sasak.

Banyak hal yang menarik dan unik dari pribadi 'Ulama ini, ditemukan berbagai keahlian pada Beliau, bukan saja sebagai 'Ulama dalam ilmunya, tetapi juga sekaligus pendidik, mubaligh, pengarang, organisator, ahli pencak silat dan lain-lain. Semua keahlian itu dipersembahkan untuk merebut dan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh karena itu tidak berlebihan barangkali apabila Syech H. Muhammad Yunus adalah sosok atau profil 'Ulama yang patut di kaji dan di tulis sejarah hidupnya untuk di kenang oleh generasi penerus.

Syech H. Muhammad Yunus gelar Tuanku Sasak lahir di kampuang (desa) ayah Beliau yaitu Kampuang Lubuak Batang, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat pada tanggal 18 september 1879. Nama ayah Beliau Abdul Latif gelar Pakiah Tujang, suku Jambak. Ayah Beliau adalah seorang pengajar ilmu agama Islam tapi bukanlah seorang 'Ulama Besar yang di kenal luas. Ibunda Beliau bernama Lukiah, suku Tanjuang, dari Kaum Panghulu Datuak Rangkayo Mudo, Kampuang Alang, yaitu seorang ibu yang di kenal ta'at beribadah.

(Alm) Syech H. Muhammad Yunus Tuanku Sasak ada 6 (enam) orang bersaudara seibu dan seayah, di Kampuang Alang, Nagari Kapa, yaitu:
1. Syech H. Muhammad Yunus Tuanku Sasak
2. Upik Umi
3. Supik Kaciak
4. Aminullah
5. Nurila
6. Tuanku Abdul Hamid.

Dan ada 5 (lima) orang saudara seayah, di Sialang, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, yaitu:
1. Tuanku Ali Ibrahim
2. Halimah
3. Supiak Talu
4. Supiak Ketek
5. Mahmud.

Demikian untuk postingan kali ini. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.


http://tuankusasak.blogspot.com/2014/06/kampuang-desa-tempat-lahir-buya-sasak.html
Syech H. Muhammad Yunus Tuanku Sasak

Rabu, 04 Juni 2014

Mukadimah

http://tuankusasak.blogspot.com/2014/06/mukadimah.html
Azardin Yunus
                                         بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah yang telah menerangi hati orang-orang yang beriman dengan ma’rifah, lalu hati mereka menjadi tenang dengan tauhid. Ya Allah, semoga berkah dan keselamatan tercurah pada
nabi dan rasul termulia yaitu Muhammad SAW, dan begitu pula pada keluarganya, dan para sahabatnya.

Insyaa Allah blog ini khusus di buat untuk tempat berbagi cerita sejarah hidup (Alm) SYECH H. MUHAMMAD YUNUS Tuanku Sasak yang dimasyhurkan juga dengan panggilan Buya Sasak. Dikumpulkan dari berbagai sumber, diantaranya; dari keluarga terdekat Beliau. cucu-kemenakan, karib-kerabat, murid-murid serta dari anak kandung Beliau sendiri yaitu Ustad Azardin Yunus.

Dengan tujuan agar sejarah Beliau bisa di akses melalui internet, dan tetap dapat diketahui oleh generasi muda, seiring terus berjalannya waktu, dan semakin jauhnya kita dari zaman Beliau. Juga terutamanya adalah dengan membaca dan mengetahui sejarah salah seorang 'Ulama Besar Minangkabau ini, semoga dapatlah hendaknya bagi kita mengambil contoh tauladan, hikmah serta penyemangat kita untuk lebih ta'at beribadah kepada Allah SWT.

Namun demikian, tidak ada gading yang tak retak. Kami berharap kepada semua pihak dan kepada murid-murid Beliau dimanapun berada yang apabila ada kekurangan dalam tulisan-tulisan selanjutnya nanti, kami mohon kerja-samanya.

Banyak ma'af. Wassalam.

>>bagi yang (masih) ada menyimpan foto-foto lama Beliau, dan foto-foto surau tuo, seperti; Surau Anjuang, Surau Batu, dll... ataupun foto-foto yang berhubungan dengan Beliau, semoga dapat membagikannya kepada kami, untuk sebagai tambahan koleksi foto sejarah yang sudah ada saat ini. Terimakasih sebelumnya.